Thunderbolt 5 Resmi Meluncur: 120 Gbps Bandwidth, Apakah Kabel USB-C Biasa Bakal Turun Takhta?

Pembaruan konektivitas ini membawa lonjakan nyata dari generasi sebelumnya. Diluncurkan pada September 2023, standar ini menawarkan 80 Gbps dua arah dan opsi Bandwidth Boost hingga 120 gbps untuk transfer sangat cepat.

Untuk kamu yang kerja kreatif atau gaming, peningkatan bandwidth berarti lebih mudah mengelola multiple displays dan file besar. Sistem kini mendukung hingga tiga layar 4K 144 Hz atau dua layar 8K 60 Hz, bahkan refresh sampai 540 Hz.

Power Delivery naik ke 240W, dan integrasi PCIe Gen 4 membuat SSD eksternal serta eGPU berjalan optimal. Di Indonesia, users seperti kreator konten, gamer, dan profesional mobile akan merasakan perbedaan nyata dalam performance dan workflow.

Di bagian selanjutnya kamu akan memahami apakah standar ini layak mengganti kabel lama atau lebih baik menunggu ekosistem devices mendukung sepenuhnya.

Gambaran cepat: apa yang berubah dengan 120 Gbps dan apa artinya bagi kamu di Indonesia

Perubahan utama adalah kapasitas data yang jauh lebih besar. Bandwidth naik dari 40 Gbps ke 80 Gbps, dengan opsi asimetris hingga 120 gbps bandwidth untuk beban video. Ini artinya preview 8K, multi-stream encoding, dan editing footage mentah jadi lebih cepat.

Praktisnya, kamu akan mendapatkan speeds transfer dan sinkronisasi proyek yang lebih singkat. File besar berpindah antar devices tanpa bottleneck. Dukungan tampilan juga meningkat: kini bisa mendukung three displays 4K@144 Hz atau two displays 8K@60 Hz, dengan refresh rates sampai 540 Hz.

Singkatnya, laptop modern dengan dukungan ini akan jadi pusat kerja kamu. Cukup satu kabel untuk jaringan, penyimpanan cepat, dan beberapa monitor — ideal untuk setup di kota besar Indonesia.

Thunderbolt 5 vs USB-C biasa: konektor sama, kemampuan berbeda

Saat memilih kabel dan port, penting tahu bahwa tampilan dan kecepatan bergantung pada protokol, bukan hanya bentuk konektornya.

USB-C adalah bentuk fisik; kemampuan sebenarnya ditentukan oleh standard yang berjalan di atasnya. Banyak port tampak sama, namun connection yang kamu dapat tergantung apakah itu USB4, implementasi USB biasa, atau versi terbaru yang menawarkan throughput lebih tinggi.

Kapasitas data dan tampilan

Perbedaan utama terletak pada bandwidth. Implementasi USB-C/USB4 umum sering terbatas pada 40 Gbps.

Sementara itu, teknologi baru menawarkan 80 Gbps dan opsi 120 gbps khusus untuk beban video. Dampaknya nyata pada dukungan display: two displays tipikal pada USB-C biasa versus kemampuan untuk three 4K@144 Hz atau two 8K@60 Hz pada standar yang lebih tinggi.

Daya dan ekosistem perangkat

Power Delivery juga berbeda. Versi baru mendukung hingga 240W, sedangkan previous versions umumnya hanya sampai 100W.

Ekosistem support untuk storage cepat, monitor, dan dock lebih konsisten pada standar tinggi. Untuk penggunaan harian seperti presentasi, USB-C biasa cukup. Namun untuk editing video, multitasking display, dan transfer data besar, upgrade ke port yang mendukung throughput lebih tinggi akan terasa manfaatnya.

Thunderbolt 5

Pembaruan protokol memungkinkan alokasi bandwidth berbeda saat kamu butuh tampilan tinggi. Sistem sekarang menggunakan modulasi PAM-3 untuk mengaktifkan Bandwidth Boost 120 gbps bandwidth secara asimetris saat beban video menuntut prioritas.

Bandwidth Boost 120 Gbps: cara kerja PAM-3 dan kapan aktif

PAM-3 mengalokasikan jalur sehingga sebagian link diprioritaskan untuk video. Itu berarti saat kamu menghubungkan beberapa monitor resolusi tinggi, sistem akan memberi lebih banyak gbps ke tugas display.

Biasanya fitur ini aktif saat streaming multi-monitor, color grading, atau playback 8K yang butuh throughput besar.

Data transfer & PCIe Gen 4

PCIe Gen 4 diadopsi untuk memastikan SSD NVMe eksternal mencapai performance maksimal.

Transfer proyek besar, cache, dan files 8K kini lebih cepat, mengurangi waktu tunggu saat membuka atau merender file berat.

Dukungan tampilan & refresh rates

Spesifikasi mendukung hingga three displays 4K@144 Hz atau dua 8K@60 Hz. Untuk esports, refresh rate hingga 540 Hz juga mendapat support pada skenario tertentu.

Power Delivery hingga 240W

Dengan PD 3.1, satu kabel bisa mengisi laptop performa tinggi sekaligus memberi daya monitor dan dock. Setup jadi lebih rapi dan portabel.

eGPU & kinerja grafis

Untuk external gpus, jalur khusus menyediakan sampai 64 Gbps, dua kali lipat dari generasi sebelumnya. Hasilnya: peningkatan performance rendering dan komputasi GPU pada workflow berat.

Kompatibilitas mundur

Ekosistem tetap matang: ada support untuk TB3/TB4, USB4 v2, dan DisplayPort 2.1. Namun ingat, performa akhir tetap mengikuti rantai terlemah—kabel, dock, atau perangkat bisa membatasi hasil.

Penggunaan nyata: apakah kamu butuh TB5 untuk gaming, editing, atau docking harian?

Sebelum memutuskan upgrade, penting menilai apakah kebutuhan harian dan profesionalmu benar-benar memanfaatkan kapasitas ekstra ini.

Keunggulan untuk gaming kompetitif

Untuk gaming dan esports, dukungan refresh hingga 540 Hz memberi respons lebih cepat. Ini membantu reaction time dan membuat pengalaman lebih lancar untuk gamers di skena kompetitif.

Video editing 4K/8K dan produksi konten

Dengan PCIe Gen 4 dan throughput hingga 80/120 gbps, ingest footage 8K ke storage eksternal jadi lebih singkat. Video editors akan merasakan preview real-time yang lebih mulus dan render yang lebih cepat.

Streaming multi-kamera dan content creation live

Live streaming dengan beberapa kamera berjalan stabil karena switching antar scene dan overlay tidak lagi jadi bottleneck. Content creators dapat berinteraksi dengan audiens sambil melakukan editing ringan tanpa putus.

Workstation mobile dan docking

Satu dock memberi daya, jaringan, storage cepat, dan dukungan untuk three 4K@144 Hz. Bagi profesional yang sering berpindah, setup jadi ringkas dan efisien untuk bekerja di kantor atau remote.

Use caseBenefit utamaKey spesifikasiMengapa penting
Esports / gamingRespons rendah, refresh tinggiUp to 540 Hz, low latencyMemberi keunggulan pada turnamen dan gameplay kompetitif
Video editingPreview real-time, render cepatPCIe Gen 4, 80/120 GbpsMempercepat siklus produksi dan revisi klien
Live streamingStabilitas multi-kameraHigh throughput, multiple displaysMengurangi drop frame dan lag saat siaran
Workstation mobileDock all-in-onePower delivery, triple 4K supportMembuat setup portabel dan rapi untuk profesional

Kabel dan port: memilih kabel yang tepat agar kecepatan dan PD benar-benar tercapai

Memilih kabel yang tepat sering menentukan apakah upgrade koneksi kamu terasa nyata atau tidak.

Label & sertifikasi: membedakan USB-C, USB4, TB4, dan TB5

Hanya kabel bersertifikasi yang menjamin power delivery tinggi dan kecepatan data transfer sesuai spesifikasi. Kabel TB4/TB5 resmi diperlukan untuk mencapai 80/120 gbps dan PD hingga 240W.

Standarisasi TB4/TB5 juga memastikan fitur wajib lebih konsisten dibanding implementasi USB4 yang sering bersifat opsional.

Panjang kabel, aktif vs pasif: stabilitas sinyal hingga 2 m

Kabel pasif pendek (≈1 m) biasanya mendukung speeds maksimum. Untuk jarak lebih jauh, kabel aktif 2 m memberikan stabilitas tanpa kehilangan throughput.

Pelajari lebih jauh tentang panjang kabel dan solusi aktif sebelum membeli agar tidak salah pilih.

Port laptop vs dock: memastikan jalur TB5 dari host ke perangkat

Untuk merasakan manfaat penuh, both ports pada laptop dan docking station harus mendukung protokol end-to-end. Jika salah satu hanya USB4 tanpa fitur lengkap, hasilnya bisa terbatas.

Periksa kompatibilitas peripherals seperti enclosure SSD NVMe, monitor 4K@144 Hz, dan capture card agar tidak terjadi bottleneck saat transfer.

KondisiRekomendasi kabelManfaatCatatan
Transfer file besar / SSD eksternalKabel TB4/TB5 pasif ≤1 mMaksimalkan transfer dan latency rendahPastikan host dan enclosure mendukung PCIe Gen 4
Setup jarak sedang (meja luas)Kabel aktif 2 m bersertifikatStabilitas sinyal tanpa turun drastisCocok untuk docking station dan monitor jarak lebih jauh
Docking all-in-oneEnd-to-end Thunderbolt host + dockPD 240W, multi-displays, agregasi periferalGunakan docking station resmi untuk konsistensi

Adopsi di Indonesia: ketersediaan perangkat, dukungan monitor, dan kesiapan ekosistem

Di Indonesia, adopsi standar baru mulai terlihat pada lineup laptop premium dan dock bersertifikasi.

Devices kelas atas dan docking station resmi kini mulai tersedia di pasar lokal. Dock yang mendukung PD hingga 240W memungkinkan satu kabel memberi daya ke laptop dan periferal sekaligus.

Banyak vendor membawa laptop dengan jalur I/O lengkap. Monitor ber-refresh tinggi dan enclosure SSD yang mendukung throughput juga mulai masuk distribusi lokal.

Laptop, docking station, dan monitor yang mulai mendukung

Kapan sebaiknya kamu meng-upgrade?

Upgrade disarankan bila proyek video 4K/8K rutin atau kamu butuh banyak monitors untuk workflow. Gamers kompetitif akan merasakan manfaat pada setup gaming dengan refresh tinggi.

SegmentManfaatRekomendasi awal
Creators (video)Transfer cepat, preview real-timePrioritaskan laptop + dock
GamersRefresh tinggi, eGPU supportMulai dari laptop dan monitor
Profesional IT/keuanganStabilitas multi-monitor, VMInvestasi pada dock dan monitors

Kesimpulan

Akhirnya, standar terbaru ini menyatukan throughput tinggi dan daya besar dalam satu koneksi ringkas.

Kamu mendapatkan bandwidth besar dengan kemampuan gbps yang mengurangi bottleneck saat multitugas berat. Kombinasi 80 Gbps dua arah dan 120 gbps sebagai opsi membuat pipeline video dan display lebih lega.

Sistem juga menawarkan PD 240W untuk menyederhanakan delivery daya ke laptop dan periferal. Dukungan untuk multiple displays, refresh rates tinggi, PCIe Gen 4, dan eGPU meningkatkan overall performance untuk editing, gaming, dan produksi konten.

Untuk pengguna di Indonesia—dari content creators hingga professional—teknologi ini membuat transfer data lebih cepat dan workflow lebih efisien. Jika kamu butuh kestabilan dan kecepatan, ini pilihan konektivitas yang layak dipertimbangkan.

➡️ Baca Juga: LRT Jabodebek Tambah 20 Rangkaian Baru untuk Antisipasi Lonjakan

➡️ Baca Juga: Pep Guardiola Dapat Gelar Doktor Kehormatan dari University of Manchester

Exit mobile version